
Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia
Organisasi profesi ahli bedah umum Indonesia yang berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan bedah dan kesehatan masyarakat Indonesia.
3
Anggota Aktif
22
Cabang Provinsi
Perjalanan Panjang PABI
Lebih dari 70 tahun mengabdi untuk kesehatan masyarakat Indonesia
Sejarah PABI
Sejarah Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI) Sejarah Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI) merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari perkembangan ilmu bedah dan organisasi profesi kedokteran di Indonesia. Sejak masa awal kemerdekaan, para dokter bedah Indonesia telah menyadari pentingnya wadah profesional untuk mengembangkan keilmuan, meningkatkan kompetensi, serta menjaga standar dan etika praktik bedah. Pada tahun 1954, dibentuk suatu organisasi profesi dengan nama Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI) yang menghimpun para dokter spesialis bedah di Indonesia. Perhimpunan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah organisasi bedah nasional dan berperan dalam konsolidasi profesi bedah di Indonesia. Pada Kongres IDI tahun 1955 di Semarang, perhimpunan ini dikukuhkan secara nasional. Seiring dengan perkembangan organisasi, pada tahun 1967, PABI kemudian berkembang dan berganti nama menjadi Ikatan Ahli Bedah Indonesia (IKABI). Memasuki era modern, perkembangan ilmu bedah yang semakin pesat serta munculnya berbagai subspesialisasi bedah mendorong perlunya penataan ulang organisasi profesi bedah. Dalam konteks tersebut, dibentuklah perhimpunan profesi bedah berdasarkan bidang keilmuan. Sebagai bagian dari dinamika tersebut, Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia (PABI) dalam pengertian organisasi profesi dokter spesialis bedah umum didirikan pada 12 Juli 2000 di Surabaya. PABI kemudian disahkan secara resmi pada Muktamar X IKABI tanggal 13 Juli 2002 di Denpasar, Bali, bersamaan dengan penataan struktur federasi organisasi profesi bedah di Indonesia. Sejak saat itu, PABI berperan sebagai organisasi profesi yang membina dan mewadahi dokter spesialis bedah umum di Indonesia. PABI bernaung di bawah Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dan merupakan bagian dari federasi Ikatan Ahli Bedah Indonesia (IKABI). Dalam menjalankan perannya, PABI bekerja sama dengan kolegium, institusi pendidikan, rumah sakit, serta pemangku kepentingan lainnya. Hingga kini, PABI terus berkomitmen untuk mengembangkan ilmu bedah umum, menyelenggarakan pendidikan kedokteran berkelanjutan, mendorong penelitian ilmiah, serta meningkatkan mutu dan keselamatan pelayanan bedah bagi masyarakat Indonesia.
Ketua PABI Pertama
Sebelum konteks PABI sebagai organisasi profesi bedah umum yang dibentuk di tahun 2000/2002, istilah “Perhimpunan Ahli Bedah Indonesia” juga pernah digunakan pada tahun 1954 sebagai organisasi dokter bedah yang kemudian berganti nama menjadi IKABI pada tahun 1967. Ketua umumnya pada masa itu adalah: 1954 (PABI awal) Prof. dr. Margono Soekaryo Ketua pertama PABI versi awal organisasi (kemudian jadi IKABI) yang diresmikan di Kongres IDI 1955. PABI versi awal (1954–1967) ini merupakan organisasi payung dokter bedah nasional yang kemudian menjadi IKABI (Ikatan Ahli Bedah Indonesia). Organisasi ini berbeda secara struktural dari PABI sebagai organisasi profesi bedah umum yang berdiri tahun 2000/2002
Pengembangan Pabi
Kami berupaya terus membangun organisasi kami hingga dapat berkontribusi secara maksimal bagi masyarakat
Komitmen Kami untuk Indonesia
Visi
Menjadi organisasi profesi ahli bedah yang unggul, profesional, dan terpercaya dalam memberikan pelayanan bedah berkualitas tinggi untuk kesehatan masyarakat Indonesia.
Misi
- Meningkatkan kompetensi ahli bedah melalui pendidikan berkelanjutan
- Mengembangkan standar pelayanan bedah nasional
- Mendorong penelitian dan inovasi dalam bidang bedah
- Membangun kerjasama nasional dan internasional
Pengurus PABI Periode 2025 - 2028
Tim pengurus yang berpengalaman dan berdedikasi tinggi untuk memajukan PABI

Prof. DR. dr. I.B. Tjakra WIbawa, Sp.B, Subsp.Onk(K)
Dewan Penasehat

Prof. Dr. Sunarto Reksoprawiro, Sp.B. Subsp.Onk, KL (K), FINACS
Dewan Penasehat

Prof. DR. Dr. Paul L. Tahalele, Sp.B-TKV, FCTS, FINACS
Dewan Penasehat

Dr. Supriyanto Dharmoredjo, Sp.B, FINACS, M.Kes
Dewan Penasehat

Dr. Tjahjo Winantyo, Sp.B, M. M.Kes, FINACS
Dewan Penasehat

Dr. Zul Asdi, Sp.B, M.Kes, MH, FINACS
Dewan Etik

Dr. dr. Carolina Kuntardjo, Sp.B, FINACS,SH, MH
Dewan Etik

Dr. Muhammad Rizal Tjaddi Aman, Sp.B, FINACS
Dewan Etik

Dr. La Ode Rabiul Awal, Sp.B., Subsp.BD (K) FICS
Dewan Etik

Dr. Jacky Tuamelly, Sp.B (K ) Trauma, FICS, FINACS, FIHFAA
Dewan Etik

Dr. Heri Setyanto, Sp.B
Ketua Umum

Dr. dr. M. Syarif Hidayat, Sp.B
Sekretaris Jenderal

Dr. Asdi Wihandono, Sp.B. Subsp.Onk (K)
Wakil Sekjen

Dr. Dik Adi Nugraha, Sp.B
Bendahara Umum

Dr. Dayat Prabowo
Wakil Bendahara

Dr. dr. Ery Suhaymi, S.Ked.,SH, M.Ked(Surg),MH, Sp.B
Ketua 1

Dr. Anis Bamatraf, Sp,B
Ketua 2

Dr. Sabasdin Harahap, Sp.B, MARS, FICS, FACT
Ketua 3

Dr. Haryadi Ibnu Junaedi, SpB, FINACS
Ketua 4

Dr. Hamzakir, SpB
Departemen Organisasi

Dr. Ibrahim Kasim, SpB, M.Kes
Departemen Organisasi

Dr. Sepakat Ginting, Sp.B., Subsp.BD (K)
Departemen Organisasi

Dr. Chandra Aquino Tambunan, Sp.B, FINACS, FICS, M.H
Departemen Teknologi Informasi

Dr. Tony Sukentro, Sp.B
Departemen Teknologi Informasi

Dr. dr. Nizar, Sp.B, FINACS, FACT, FICS, FICS
Departemen Teknologi Informasi

Dr. Widanto, Sp.B, SpBA, FINACS
Departemen Pendidikan dan Pelatihan

Dr. Widi Antono, Sp.B, M.Kes
Departemen Pendidikan dan Pelatihan

Dr. dr. Sahudi, Sp.B.Subsp.KL(K)
Departemen Pengembangan Kompetensi

Dr. Syaharudin, SpB
Departemen Pengembangan Kompetensi

Dr. Setyo Suigiharto, Sp.B.Subsp.BD(K)
Departemen Advokasi

AKBP DR. Dr. Adi Purnomo, SpB
Departemen Advokasi

Kol. Kes. Dr. Hengky Setyahadi, Sp.B, SH, MH
Departemen Hubungan Kelembangaan

Dr. Hotma Banjarnahor, Sp.B, M.H, FINACS, FICS
Departemen Hubungan Kelembangaan

Dr. Iwan Sumiarto Sumeru, Sp.B
Departemen Hubungan Kelembangaan

Dr. Sani Sundana, Sp.B
Departemen Hubungan Kelembangaan

Dr. Ivo Devi Kristyani, Sp.B
Departemen Hubungan Kelembangaan

Dr. Moch, Junaidy Heriyanto, Sp.B
Departemen Sosial Kemasyarakatan

Dr. Alders A.K. Nitnbani, Sp.B
Departemen Sosial Kemasyarakatan

Dr. M. Noor Khairuddin, Sp.B
Departemen Kesejahteraan Anggota

Dr. Dudy Disyadi Nurkusumah, Sp.B
Departemen Kesejahteraan Anggota

Dr. Eko Setiawan, Sp.B
Departemen Kesejahteraan Anggota

Dr. Iskandar Ali, Sp.B.Subsp.Onk(K), FINACS
Satuan Pengawas Internal

Dr. Anis Bamatraf, SpB
Badan pendidikan dan Pelatihan

Dr. Widi Antono, SpB, FINACS
Badan pendidikan dan Pelatihan
Distribusi Anggota per Cabang
Data statistik keanggotaan PABI berdasarkan cabang provinsi
Total Anggota Aktif
3
Total Cabang
